Buat kalian yang sekarang masih kuliah di semester akhir dan udah punya pacar, sebisa mungkin pertahankanlah pacarmu. Jangan sampai hanya karena bosan, kalian ninggalin mereka. Dan untuk kalian yang masih belum punya pacar, sebelum lulus, mendingan cepet-cepet cari pacar. Jangan sampai saking sibuknya nyiapin kelulusan, cuek sama masalah percintaan.

Serius, kalian wajib banget cari pacar sebelum lulus kuliah, soalnya:

Biar Wisuda Ada yang Nemenin

Ini keliatannya spele, tapi sebenarnya serius. Nanti waktu wisuda, kalau kalian nggak punya pacar dan nggak punya temen yang loyal-loyal amat, kalian bakal ngerasa sedih begitu ngeliat temen-temen kalian ada yang bawain bunga, boneka, dan sebagainya dalam rangka lulus-lulusan. Bakalan minder deh pasti.

Di Kampus Masih Banyak Pilihan

Percayalah, enaknya nyari pacar pas masih kuliah itu, kita masih bisa nyari-nyari orang yang sesuai dengan kriteria. Kalau udah lulus, kita bukan nyari yang sesuai kriteria lagi, tapi nyari ada yang mau aja udah Alhamdulillah.

Biasanya di Kantor Sendiri Nggak Ada yang Bagus

Pepatah ini ada benernya nih dalam hal nyari jodoh kalau udah lulus: “Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri”. Malah kadang bukan lebih bagus, tapi rumput kita emang jelek. Entah gimana bisa, pasti aja kantor orang isinya selalu ‘seger-seger’ daripada kantor sendiri.

Karena Nanti Udah Susah Punya Waktu Luang

Okelah kalau seandainya di kantor sendiri nggak ada yang bagus, trus kalian dapet inceran orang luar. Nah, masalahnya, PDKT itu butuh waktu yang (kadang) intense biar si inceran mau sama kita. Atau biar si inceran nggak direbut sama orang lain juga. Kalau masih kuliah sih enak, masih banyak waktu luang. Masih bisa anter-jemput si gebetan. Tapi kalau udah kerja?

Karena Jarang yang Masih Available

Kalian bakalan ngerasain betapa susahnya nyari pacar pas udah kerja. Biasanya gini, tiap ada yang jomblo, nggak sesuai dengan kriteria. Tapi pas ada yang sesuai dengan kriteria, eeeh udah ada monyetnya. Jadi buat kalian yang udah masuk waktu akhir perkuliahan dan ngerasa bosen sama pacarnya, sebisa mungkin jangan pisah deh. Nyari pacar pas kerja itu susah. Kalau gak percaya coba aja.

Ada yang pernah ngerasain?

Pacaran tentunya bisa bikin kamu bahagia. Namun penting juga buat kamu punya pasangan yang bikin nyaman, dimana kamu merasa nyambung dan cocok dengan si dia, dimana kamu tidak perlu merasa malu atau jaga image di depan dia.

Di tahap seperti ini, pacar kamu berasa seperti sahabat kamu juga yang bisa bikin kamu lebih lepas tanpa harus merasa canggung.

Punya pacar yang bisa jadi sahabat tentunya akan membuat hubungan terasa lebih santai dan menyenangkan. Lalu, apa saja tanda kalau pacar kamu ternyata sahabat terbaikmu?

Kamu memilih berduaan daripada pergi bersama teman-temanmu

Kita semua tentu ingin menghabiskan waktu bersama sahabat bukan? Namun kamu lebih memilih berduaan saja bersama pacar, bahkan ketika kamu hanya santai di sofa semalaman, kamu lebih memilih untuk bersama si dia daripada pergi partying bersama teman-temanmu. Entah kenapa, rasanya lebih menarik untuk menghabiskan waktu bersama dia.

Kalian menceritakan semuanya

Semuanya. Bahkan cerita-cerita rahasia yang kadang hanya dibagikan antara teman-teman se-gengnya. Buat kalian, berbagi cerita dan rahasia sudah bukan hal yang canggung lagi. Kalian tidak ingin ada rahasia diantara kalian.

Kamu berdua menggilai hobi yang sama

Ketika kamu punya banyak kesamaan, terutama hobi, tentunya kamu akan bisa menghabiskan waktu bersama dengan lebih menyenangkan. Hiking bareng atau marathon film Game of Thrones bisa jadi kegiatan favorit kalian bersama, bahkan kalian bisa seru sendiri ketika membicarakan episode terbaru The Walking Dead. Kegiatan favorit yang dilakukan bersama akan lebih mempererat hubungan kalian dan semakin menjadikan kalian sahabat baik.

Kamu tahu makanan kesukaan masing-masing

Pacar kamu tentunya sering membawakan makanan ketika berkunjung. Tentu dia bakal menanyakan ke kamu apa yang mau kamu makan malam itu, pedas atau tidak, dsb. Seorang pacar yang juga sahabat kamu tidak bakal banyak repot menanyakan hal-hal detail karena ia sudah tau kesukaan kamu. Bahkan kamu juga tidak keberatan jika dia tiba-tiba datang membawa makanan tanpa bertanya lebih dahulu, karena kalian merasa sebagai sahabat masing-masing.

Kamu tidak harus terus berduaan

Meski hubungan kalian luar biasa menyenangkan, kalian tidak harus terus-menerus berduaan kemana-mana. Kamu memahami masing-masing memiliki kegiatan sendiri namun tetap memikirkan si dia dalam setiap keadaan.

Punya lelucon yang hanya bisa kalian pahami

Kamu menyadari bahwa kalian punya lelucon khas kalian yang tidak dipahami orang lain. Bahkan sebagian lelucon benar-benar hanya lucu buat kalian dan biasanya muncul karena kejadian yang kalian alami bersama.

Kamu bisa memahami apa yang dia pikirkan

Bayangkan kamu sedang ada di acara kawinan yang membosankan, hanya dengan sekilas saja kalian saling paham ini saatnya untuk pergi!

Kencan kalian adalah petualangan!

Kalian tidak akan merasa bosan dengan melakukan kencan yang terlalu romantis dan terkesan cheesy. Hubungan kalian akan terasa seperti sitkom yang seru dan menyenangkan. Terkadang kalian hanya pergi nonton dan makan, lalu besoknya jalan ke pantai dan menikmati sunset.

Kalian saling meminta pendapat

Dia tau masalah personal kamu dan sebaliknya. Bukan hanya itu, kalian benar-benar saling mendengarkan dan membantu, karena kalian ada tim yang kompak.

Kalian telah mengalami masa berat bersama

Indahnya hubungan tentunya akan dirasakan setiap pasangan, namun pasangan yang mengalami kesulitan bersama dan berhasil menghadapinya bakal menjadi lebih solid. Setelah mengalami kesulitan bersama dimana kalian saling membantu, kamu akan lebih merasa nyaman dan percaya dengan si dia.

Kalian saling menyambung kalimat

Seperti di film. kalian punya pikiran yang sama dan saling memahami tanpa harus berkata banyak. Serunya, ketika kalian dalam pembicaraan yang melibatkan orang lain, kalian bahkan bisa saling melanjutkan pembicaraan karena saling memahami pemikiran satu sama lain tanpa merasa canggung.

Memang tidak mudah untuk mendapatkan pasangan yang bisa membuat kamu merasa nyaman tanpa terasa canggung. Hal-hal kecil ini adalah pertanda kamu bisa mengandalkan dia sebagai sahabat terbaikmu. Apakah kamu beruntung bisa mendapatkan pacar yang sekaligus juga bisa menjadi sahabat?

Sepert pepatah ‘a friend in need is a friend indeed’ tentunya kita ingin menjadi sosok teman yang suportif ketika si sahabat menderita penyakit serius. Begini caranya!

Compassionate Ear

Saat si sahabat menceritakan mengenai penyakit dan kondisi tubuhnya pada kita, pastikan kita mendengarkan dengan sepenuh hati. Listen carefully, make no judgments. Berikan ekspresi simpati, tapi jangan bersikap sok tahu dan memberi tanggapan seakan kita merasakannya juga. Remember, kondisi fisik teman yang sedang rapuh membuatnya rapuh juga secara psikologis. Artinya si sahabat bisa lebih sensitif saat menerima kata-kata dari luar. Kalimat basa-basi seperti “tabah ya” atau “semua pasti ada hikmahnya” pun bisa bikin dia jengah.

Helping Hand

“Kalau butuh apa-apa, just let me know yah. Aku akan bantu sebisaku,” adalah contoh kepedulian dan tawaran tulus yang bisa kita ungkapkan pada sahabat. Hindari memberikan reaksi atau perhatian yang terlalu berlebihan, karena justru bisa bikin dia nggak nyaman.

Hold Your Mouth

Saat mengetahui si sahabat terjangkit penyakit serius, tentu kita pun akan ikut merasa down. Kita pun mungkin merasa butuh curhat pada teman yang lain agar lebih lega. Tapi ingat, si sahabat bisa saja nggak nyaman bila penyakitnya dibicarakan dengan orang-orang lain. Hargai privasinya dan tahan diri untuk tidak bergosip mengenai sahabat.

Don’t Isolate

Si sahabat sakit bukan alasan tepat bagi kita untuk mengisolasinya dari berbagai aktivitas. Mungkin maksud kita baik, supaya dia nggak terlalu capek. Tapi dengan membuat keputusan sepihak baginya. Nggak ada salahnya tetap menginformasikan dan mengajak sahabat saat ada rencana karaoke, ngopi-ngopi, atau bahkan jogging bersama. Dia pasti lebih tahu kondisi tubuhnya sendiri, dan bisa menolak ajakan kita jika memang tak sanggup atau tak ingin ikut serta.

Stay in Touch

Last but not least, jadilah sahabat siaga yang mudah dihubungi. Menjaga kontak dengan si sahabat dalam masa-masa berat ini akan menjadi support yang sangat berarti.