Kejahatan Melalui Internet Yang Jahat Bukan Internetnya

Kejahatan Melalui Internet  Yang Jahat Bukan Internetnya
Kejahatan Melalui Internet Yang Jahat Bukan Internetnya

Beberapa pekan terakhir ini, saya lihat media ramai memberitakan maraknya kejahatan yang dilakukan menggunakan jejaring sosial, facebook dan semacamnya. Salah satunya kasus penipuan yang dilakukan seseorang bernama Selly yang hingga kini masih terus dikejar polisi. Kemudian juga ada kasus penculikan seorang gadis yang bermula dari aktivitas berkenalan di facebook. Karena kabar-kabar negatif tersebut, mungkin kini orang mulai berfikir bahwa internet mempermudah orang melakukan kejahatan.

Sayang sekali jika kemudian orang menyalahkan internetnya. Jika suatu kejahatan terjadi, menurut saya, yang tidak benar adalah orangnya. Internet hanya dipergunakan untuk mempermudah si penjahat melakukan aksinya. Coba saja jika internet dipakai oleh seorang dokter untuk mempermudah dia melakukan operasi jantung, jadilah internet berguna untuk menyelamatkan nyawa orang. Internet menjadi bermanfaat untuk kebaikan.

Begitu pun dengan jejaring sosial, facebook misalnya. Menurut berita, seorang remaja tanggung pengangguran kini jadi tahanan polisi karena diduga melarikan anak gadis orang yang dia kenal melalui facebook. Kasus ini menunjukkan pemanfaatan internet untuk sesuatu yang negatif. Padahal, jika remaja itu berpikiran positif bisa saja dia mempergunakan facebook untuk mencari relasi sehingga memperoleh informasi misalnya bagaimana dia bisa memulai bisnis dengan modal yang kecil.

Soal kemungkinan penyalahgunaan internet oleh pemakainya ini, sudah jauh-jauh jadi perhatian kami di XL. Sejak 2006, saat tarif internet masih cukup tinggi pun, bekerjasama dengan ICT Watch, kami sudah menggagas program “Internet Sehat”. Spiritnya sederhana. Kami ini jualan internet ke masyarakat, bukan hanya ke kalangan bisnis. Kami yakin, keluarga-keluarga Indonesia akan bisa memanfaatkan internet untuk pendidikan dan berbagai macam keperluan lain. Namun, kami juga sadar, jika salah menggunakannya konsumen justru gagal mendapatkan manfaat bahkan bisa mendapatkan hal-hal negatif.

Jadi, program Internet Sehat ini sebagai bentuk tanggung jawab kami untuk mengingatkan masyarakat bahwa sebaiknya internet kita pergunakan untuk hal-hal yang positif, untuk kebaikan. Sekaligus juga kami mengingatkan masyarakat luas, agar waspada selalu atas berbagai hal negatif yang bisa dilakukan orang melalui internet. Pornografi, perjudian, upaya penipuan, dan semacamnya tersedia dalam jaringan internet. Mari kita mewaspadainya.

Seiring dengan semakin mudahnya orang untuk mengakses internet, kami pun akan semakin kencang dalam mengkampanyekan Internet Sehat. Kini tarif internet sudah jauh lebih murah dari 3-4 tahun silam. Ponsel untuk mengaksesnya pun semakin murah. Jaringan juga semakin luas. Demikian juga jumlah pengaksesnya. Saya kira ini menjadi pekerjaan kita bersama, termasuk para blogger, untuk tidak lelah mengingatkan masyarakat agar menggunakan internet secara positif, untuk kebaikan.